Tips Lepas Krim Dokter

(1) Selang-Seling Krim Dokter dengan Skincare Non Dokter
Penting untuk diketahui bahwa lepas dari krim dokter itu harus bertahap. Kulit membutuhkan penyesuaian dengan skincare non dokter. Aku biasa menggunakan metode selang-seling agar kulit tidak kaget dan lebih mudah beradaptasi. Jadi, hari ini aku pakai krim dokter, besoknya aku pakai skincare non dokter. Atau, di hari berikutnya aku selipkan skincare non dokter di tengah-tengah rutinitas krim dokter. Satu hal lagi yang perlu diingat, krim malam dari dokter itu paling sulit untuk dilepas ketimbang krim siang. Jadi, usahakan untuk tidak melepas krim malam begitu saja ya.

(2) Hydration is a must!
Pengalaman ku setelah lepas dari krim dokter adalah kulit menjadi sangat kering. Akibatnya jadi mudah gatal dan perih karena sensitif. Untuk mengatasi hal itu, aku rajin menggunakan skincarenon dokter yang memberikan banyak hidrasi ke kulit sehingga kulit selalu lembab dan tidak memproduksi minyak berlebih. Aku sering menggunakan hydrating toner, sheet mask dan sleeping mask.

(3) Jangan meng-eksfoliasi kulit terlalu sering
Tujuan dari eksfoliasi adalah mengangkat kulit mati dan hal itu sudah sering dilakukan selama aku menjalani perawatan dokter. Jadi, aku gak sering-sering melakukannya ketika sudah lepas dari krim dokter. Yang aku fokuskan adalah mengembalikan kekenyalan kulit. Eksfoliasi tetap aku lakukan tapi setiap 2-3 minggu sekali. Jika, keadaan kulit sudah membaik maka intensitasnya ditingkatkan.

 (4) Olahraga dan minum air putih
Ini yang terpenting sih! Aku merasakan betul efek positif dari dua hal ini. Ketika kulit sedang menjalani perawatan either itu pakai krim dokter atau skincare non dokter, olahraga tetap harus dilakukan minimal dua kali seminggu guna memaksimalkan kinerja skincare. Minum air putih setidaknya 2 Liter sehari agar kulit tidak kering ya.

Hasilnya, sekarang kulit ku sudah mulai membaik dibandingkan sejak pertama kali lepas dari krim dokter. Tone warna kulit ku pun lebih terlihat cerah dan sehat alami. Jika di make up pun hasilnya glowing, karena make up lebih mudah menempel di wajah.

Berbeda saat masih menjalani perawatan dokter, kulit wajah memang cerah dan putih tapi cenderung pucat dan malah memerah ketika terkena sinar matahari. Selain itu, kulit justru berasa ketarik, kering dan bahkan mengelupas. Otomatis, kalau di make up pun hasilnya patchy dan flaky. Menurut pengamatan ku, sebagian orang yang menjalani perawatan dokter setidaknya memiliki penampakan kulit yang seperti ini.

Satu hal yang aku pelajari dari journey ini adalah aku jadi lebih mengenal serta memahami keinginan kulit ku dan tentunya lebih menghargai apapun yang Allah kasih karena pada dasarnya we born to be good not to be perfect! Setuju?

So, it’s ok to have pimples, it’s ok to get dark circles and it’s ok to not to get clear skin. It’s something that you have not to be shame of as long as you treat them better.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close